Selamat datang di Website Resmi Alhabib Muhammad Syahab Pimpinan Majelis Ta'lim dan Tadzkir Al Anwar info@majelisalanwar.com
Friday, February 10, 2012

Mahabbah

Saturday, July 18, 2009, 16:05
Isian ini ada pada kategori Dakwah

hb2” kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al_Imran: 110)
Segala puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah S.W.T yang menjadikan kita dari tiada menjadi ada.Yang menciptakan kita dari cairan kehinaan menjadi wujud yang penuh kemuliaan.dengan iradat dan nadzhrahnya kita di jadikan sebagai hamba yang memuja dan mengimaninya, yang haus akan rahmatnya dan lapar akan kasih sayangnya. Semoga kita digolongkan menjadi orang-orang yang digolongkan dalam kelompok kaum Akhyar.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada manusia yang besar, yang telah dibesarkan oleh yang Maha besar. Manusia yang agung, yang telah di agungkan oleh yang Maha agung. Manusia yang sempurna, yang telah disempurnakan oleh yang Maha sempurna. Sungguh tiada kerugian, selain mengikari akan risalah yang dibawanya dan tiada keberuntungan selain mencintai beliau dan keluarganya beserta sahabatnya dan siapa-siapa yang mencintai beliau.yang aku maksud ialah Sayyidina Muhammad S.A.W.
Aku katakan dalam syairku :
“Wahai orang yang lalai, apakah engkau ingin membuka pintu
Maka carilah kuncinya dan engkau kenali dan peganglah dengan kuat
Sehinnga engkau dapat membuka hijab dari yang mempunyai pintu “
Keutamaan berma’rifat dengan Allah S.W.T adalah yang paling awal dan paling afdhal adalah mencintai Nabi Muhammad S.AW beserta keluarganya dan sahabatnya. Maka apabila kita telah mencintai beliau S.A.W, maka kita akan dicintai oleh yang mencintai Al habib S.A.W yaitu Allah Rabbul Alamin.
Telah bersabda dengan lisan orang yang paling mulia yaitu Sayyidina Muhammad S.A.W:
“Jika Allah mencintai seorang hamba, Ia (Allah S.W.T) berseru kepada jibril bahwa sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia. Kemudian jibril juga mencintai hamba itu, lalu jibril berseru kepada seluruh penghuni langit. “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia, kemudian ia juga di terima dan dincintai oleh penghuni bumi (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
Maka wajib bagi kita untuk menedalani dan mencontoh akan budi pekertinya yang luhur, Akhlaq beserta adab yang sempurna yang kita harus dilaksanakan dalam kesehariaan kita. Allah S.W.T berfirman:
“Sesungguhnya di diri Rasullulah, terdapat contoh sauri tauladan yang baik
Semoga Allah mewafatkan diri kita dalam mencintai Nabinya, dan dalam mencontoh ahlaq beserta adabnya, kami berharap padamu Ya Rahman cabutlah nyawa ini dalam keadaan memujamu dan mengimanimu.Amin Ya Rabbul Alamin
Mahabbah
Tidak terasa tahun ke tahun semakin dekat, bulan ke bulan, hari ke haripun semakin tak terasa sudah terlewati, Segala puji bagi dzat yang Maha terpuji yang pantas tuk selalu di puji, dengan rahmat dan inayahnya kita masih merasakan
Karunianya hingga kini. Shalawat serta salam kita kirimkan kepada mahluk yang Agung yang telah di agungkan oleh yang Maha agung, mahluk yang sempurna yang telah di sempurnakan oleh yang Maha sempurna, Yaitu Sayyidina Muhammad S.A.W
Beserta para keluarganya beserta para sahabat dan pengikutnya yang setia sampai akhir masa.

“ASRAQAL BADRU ALAINA
FAKHTAFAT MINHUL BUDUURU
MITSLA HUSNIKA MAA RA_AINAA
QATHTU YAA WAJHAS SURUURI”

“Bulan purnama telah terbit atas kita
Bulan Purnama lainnya lalu menjadi pudar
Kami belum pernah melihat bulan purnama yang menyamaimu
Wahai wajah yang menggembirakan”

Terlalu kecil mulut ini untuk membicarakan kemuliaan akhlaq dan adab yang kau punya. Terlalu sempit lautan untuk menjadi tinta untuk menuliskan kemuliaan mu. Tapi hati ini selalu menanti untuk di siram dengan air karunia dari Allah S.W.T untuk mencintaimu.Wahai hamba yang sempurna.

Pada akhir zaman ini,kita merasakan hal-hal yang telah kita lupakan oleh segenap muslimin dan muslimat, yaitu mengikuti dan meneladani gerak dan langkah perjalanan mahluk yang penuh perhatian dan kesempurnaan dari Allah S.W.T, Yaitu Sayyidina Muhammad S.A.W. zaman sekarang orang-orang bangga dirinya meneladani manusia-manusia yang bukan mengikuti Sayyidana Muhammad S.A.W. begitu banyak orang-orang tua dikalangan kaum muslimin dan muslimat menjauhi anaknya dari pancaran lampu Pribadi Al Habib S.AW.

Allah S.W.T telah berfirman di dalam surat Al Ahzab 33:21 :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Al Qur’an telah memberi peringatan,sunnah telah memberi peringatan, namun hati tetap keras. Peringatan apalagi yang kalian harapkan setelah kitabullah dan sunnah Rasulullah S.A.W. Al habib S.A.W telah memberi peringatan,menyeruh ke jalan Allah dan membimbing mata kita melihat dan telinga kita mendengar, apa lagi yang kalian tunggu? Kematian yang datang dengan tiba-tiba? Perpisahaan dengan orang-orang yang kalian cintai? Kedatangan hari akhir? Bukalah mata hati kalian dan gunakan telinga kalian untuk mendengar kitabullah.ketahuilah perjalanan hari telah memberi peringatan, malam demi malam telah memberi kalian peringatan. Kalian telah mengetahui perjalanan hidup kekasih kalian yaitu Nabi Muhammad S.A.W dan apa saja yang beliau alami.

Telah berkata seorang Al Arif Billah , Al Allamah As Sayyid Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi Rhm.(Muallif Simtud durar) di dalam kitab (Majmu Kalam Al habib ali Al habsyi) yang disusun oleh As sayyid Husein bin Abdullah Al habsyi “Jika tak hendak meneladani Nabi S.A.W, kita mau meneladani siapa? Jika tidak mencontoh beliau,lantas kita akan mencontoh siapa?”
Sungguh para salaf yang mengikuti thoriqoh para orang-orang yang shaleh mendidik anak-anaknya menjadi orang yang beruntung dan sukses.kukatakan beruntung karena jiwa-jiwa mereka di liputi oleh Nur Al Habib S.A.W. dan kukatakan sukses bukan sukses hanya di dunia tetapi sukses dalam memperoleh Sirrnya Aba Zahro S.A.W.

Dalam sebuah riwayat menceritakan bahwa, Sayyidina Al Imam Syahabuddin Al Akbar Ahmad bin Abdurrahman R.A, di datangi oleh ayahandanya Al Imam Syech Abu baker bin Salim, yaitu Al Imam As Sayyid Salim bin Abdullah R.A. As Sayyid Salim, Mengeluhkan ke engganan anaknya(As Syech Abu bakar bin Salim) pada masa kanak-kanaknya dalam mempelajari Al Qur’an.di khabarkan bahwa sudah lazimnya anak-anak di kota Tarim (Hadramaut) telah mempelajari Al Qur’an dalam masa kanak-kanak mereka.

Kemudian Al Imam Syahabuddin Al Akbar mengomentari keluhan ayahandanya As Syech Abu bakar bin Salim R.A dengan pekataan :
“Biarkanlah anakmu dan tak usah engkau khawatirkan,sesungguhnya anakmu akan bisa dengan sendirinya dan ia kelak akan mempunyai keutamaan yang agung”
Dalam kenyataannya As Syech Al Imam Abu bakar bin Salim R.A akhirnya mengkhatamkan Al Qur’an dalam masa 4 bulan. Selain dari pada itu ,menurut Al Faqih Muhammad bin Sirojuddin jamal,dalam masa 4 bulan tersebut beliau bukan hanya sekedar khatam tapi juga menghafal Al Qur’an. Mungkin kita dapat mengambil contoh dari perilaku kaum shalihin terhadap tarbiyah anak-anaknya. Mudah-mudahan kita dapat kemudahan dari Allah S.W.T untuk mendidik anak-anak kita.

Wahai Ibad yang Allah muliakan,kita lihat kesedihan dan ketakutan saudara-saudara kita, kaum muslimin dan muslimat di daerah palestina. Yang anak-anaknya di bunuh secara kejam oleh yahudi. Ada suatu khabar bahwa yahudi membunuh mereka semua lantaran para anak-anak di palestina hafal Al Qur’an. Maka dari itu para yahudi ingin menghentikan Regenerasi dari pencinta-pecinta Al Qur’an.bukan di daerah palestina saja, para musuh-musuh Allah dan Rasulnya menjauhkan kita dari cahaya kebenaran. Tetapi di dalam rumah kita juga telah di serang mereka, bukan dengan senjata ataupun dengan sejenisnya. Tetapi mereka semua menyerang kita dengan Bom-bom waktu yang merobohkan tembok-tembok ahlak dan aqidah. Kita lihat anak-anak kita tidak mengenal siapa yang menciptakannya dan siapa yang memberikan rezeki? Dan mereka tidak mengetahui siapa itu Al habib S.A.W, keluarganya dan para sahabatnya.

Kaum muslimin dan muslimat telah lupa akan makna dan praktek ketaqwaan kepada Allah S.W.T dan kecintaan kepada Nabi Muhammad S.A.W beserta keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya. Mereka lalai akan kehidupan para kaum shalihin. Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al habsyi telah memberitahu kepada kita,tentang manfaat mengambil contoh perilaku kehidupan para orang-orang mulia. Di dalam kitab (Kumuz As Sa’adat Al Abadiyyah) beliau mengatakan bahwa :
“Jika riwayat hidup kaum arifin dibacakan kepada orang yang beriman, maka imannya kepada Allah akan semakin kokoh. Sebab kehidupan mereka merupakan cerminan dari kitabullah yang di dalamnya terkandung ilmu orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, atau refleksi dari hadits Rasulullah S.A.W atau dari pengetahuan yang ia terima langsung dari Nabi Muhammad S.A.W.”

Dalam riwayat lain di dalam kitab (Jawahir Al Anfas Fi Ma Yurdhi Rabb An_Nas) Beliau mengatakan bahwa :
“Tidak ada yang menyebabkan manusia rugi, kecuali ke engganan mereka mengkaji buku-buku sejarah kehidupan kaum shalihin”
Mungkin kita akan berpikir dengan mempelajari kehidupan kaum shalihin kita akan menjadi mulia. Apalagi kita mengkaji kehidupan manusia yang mulia, yang langkahnya terdapat pandangan keridhoan dari Allah S.W.T dan setiap perkataannya
Terdapat Sirr dari Allah S.W.T. Sejarah yang hukumnya fardhu untuk kita teladani dan suatu kewajiban bagi kita untuk mengenalkan kepada keluarga kita dan kepada orang-orang yang kita cintai. Yaitu sejarah Sayyidina Muhammad S.A.W. Kita akan memperoleh ilmu dari perpustakaan diri Al Habib S.A.W, terlalu banyak ilmu-ilmu yang melekat di dalam jiwa beliau. Sehingga apabila kita benar-benar mau dengan kesungguhan hati untuk mengambil Suri teladan yang Nabi S.A.W miliki. Maka sungguh engkau akan termuliakan, cobalah untuk sedikit demi sedikit untuk mencontoh perilaku beliau, sehingga hatimu akan dihiasi Allah S.W.T dengan perhiasaan ahlak yang Nabi Muhammad S.A.W.

Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abu bakar bin Salim mengatakan di dalam kitab (Is’af Thalibi Ridhal al khalaq bi bayani makarim al_akhlaq) Bahwa bagi seorang muslim akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting, ini dapat kita ketahui dari tujuan di utusnya Rasulullah S.A.W, seperti disebutkan di dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam malik,Imam Ahmad, dan Imam Bukhari:
“Sesungguhnya aku hanya di utus untuk menyempurnakan akhlak mulia “
Sebuah cinta ada pengorbananya, baik menyangkut kesusahan ataupun kesenangan.mereka yang di hinggapi oleh cinta, tak dapat membedakan antara siang dan malam, panas atau dingin. Mereka yang di selimuti oleh rasa cinta di sanubarinya akan merelakan jiwa,raga, harta ataupun nyawanya. Dan apabila rasa cinta itu kita miliki, dan yang kita cintai Allah S.W.T dan Rasulnya. Maka harumlah diri kita dengan semerbak bunga-bunga keridhoan dari sang Ilahi, terpancar nur di dalam hati yang begitu merindukan kelembutan kasih sayang dari Tuhannya. Dan didalam mencintai Allah S.W.T dan Rasulnya, kita di tuntut untuk menyempurnakan hal tersebut melalui contoh yang dibawa oleh Al Habib S.A.W. Pertama dan yang awal mesti kita ambil dari baginda Nabi Muhammad S.AW adalah Ahlak.

Definisi ahlak bermacam-macam tetapi kita mesti melihat para kaum shalihin karena mereka bercermin dengan pribadi yang luhur yang di miliki oleh Al Habib S.A.W, maka akan aku uraikan tentang arti ahlak. Menurut pandangan ulama ahli akherat, pendapat-pendapat yang mesti kita pegang dengan kuat karena mereka-mereka semua telah mendapatkan keridhaan dari Allah S.W.T melalui firmannya:
“Sesungguhnya Yang benar-benar takut pada Allah dari hamba-hambanya ialah para Ulama”
Bukan saja kita mesti memegang dengan kuat tapi Rasulullah menyuruh kita untuk berpikir dan menjalankannya, melalui lisan yang mulia , beliau bersabda :
“Berfikir sesaat lebih baik dari ibadat satu tahun”
Hadits ini dicatatkan oleh Al Imam Abu Laits bin Muhammad bin Ibrahim Assamarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghafilin. Dan dari uraian hadits tersebut dapat kita maknai bahwa yakni ibadat satu tahun tanpa memikirkan hikmat yang terkandung didalamnya terutama yang dapat merubah ahlak budi pekerti. Dan siapa yang mengabaikan nasehat, sejarah para sahabat-sahabat dan orang-orang shalihin maka orang itu terkena salah satu penyakit hati. Dia merasa puas dengan amalnya yang sedikit lalu merasa telah mencapai kedudukan orang-orang terdahulu atau sombong dengan amalnya yang banyak lalu merasa lebih baik dari lain-lainnya, maka orang tersebut mendapatkan semua amalnya akan gugur. Sebaliknya bila dia suka memperhatikan sejarah orang-orang shalihin dahulu-dahulu itu, dia akan merasa masih sedikit amalannya, sehingga dia lebih rajin beramal dan menambah kebaikannya. Hanya kepada Allah S.W.T kami memohon taufiq, semoga dapat berbuat segala kebaikan dan mencapai sebesar-besarnya barokah. Sungguh Allah Maha pemberi dan Maha kuasa.

Apa yang di maksud dengan ahlak mulia itu? Mungkin kita sebagai orang yang awam akan bertanya-tanya! Al Imam As Sayyid Al Fadhil Al Habib Muhammad bin Abdullah Al Aidrus, menuliskan di dalam kitabnya yang berjudul (Idhahu Asrari ulumil muqarrabin) beliau menjelaskan bahwa berahlak mulia adalah baik, inilah sifat kaum shalihin. Mereka memperoleh berbagai karunia dan anugerah besar dari Allah S.W.T sehingga dapat berahlak mulia dan berjiwa lapang. Tidak demikian halnya dengan para pencinta dunia. Ketergantungan mereka pada berbagai urusan yang melelahkan, membuat mereka mudah bosan, jenuh dan sedih.

Beliau juga mengatakan bahwa, barang siapa meninggalkan tuhanya, maka hati dan batinnya menjadi rusak, ketika menengok kerusakan dan kegelapan batinnya. Dia akan merasa sedih, berduka, bosan, sempit dan tak berdaya, untuk melupakan kesedihan dan kondisinya ini. Dia segera mencari kesenangan, seperti duduk-duduk di tepi jalan bersama para pengangguran dan memperbincangkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Perbuatan ini tidak akan di lakukan oleh orang-orang yang shalih, sebab mereka memiliki hati yang bercahaya dan pikiran yang jernih, mereka temukan kenikmatan batin dan kepuasan tersendiri ketika meneliti berbagai rahasia dirinya.

Ketahuilah, ahlak mulia bukanlah sekedar kecerian wajah seseorang yang penuh kasih sayang. Kadang manusia memiliki wajah yang ceria, tetapi perbuatannya buruk. Ahlak mulia sebenarnya adalah keceriaan wajah yang di landasi dengan hati suci dan perbuatan-perbuatan mulia. Sungguh Allah S.W.T telah memilih untuk kita sebuah contoh yang wajib kita cintai dan taati yaitu Al Habib S.A.W dan Allah S.W.T telah menyediakan pahala yang teramat besar bagi hamba-hambanya yang dengan penuh kecintaan menjalankan risalah yang beliau bawa dan ajarkan.

Masalah tentang ahlak, ketaqwaan, dan ketaatan. Perbuatan itu semua bersambung dalam satu ikatan, yang bernama kecintaan. Cinta dapat menghilangkan kemalasan dan ketidakmauan.karena cinta, orang merelakan apa yang dia punya atau yang dia miliki ataupun jiwa dan raga. Seperti contoh yang di berikan oleh Sayyidina Ali bin Abi thalib, Saat hijrah sang Nabi S.A.W dari mekkah menuju madinah, di malam itu rumah Nabi Muhammad S.A.W telah dikepung oleh kaum-kaum kufar, Namun Allah S.W.T Maha penolong. Dia tidak akan membiarkan kekasihnya terbunuh. Maka, Malaikat Jibril di utus oleh Allah S.W.T untuk mengingatkan Rasulullah S.A.W. “Wahai kekasih Allah, malam ini engkau jangan tidur di tempat biasanya engkau tidur,” bisik malaikat jibril di telinga Rasulullah S.A.W.

Maka segeralah Rasulullah S.A.W menemui sepupunya, Sayyidina Ali bin Abi thalib, yang saat itu memang sedang menemaninya, “Wahai Ali, tidurlah engkau ditempatku, dan pakailah selimut hijauku. Insya Allah tidak akan ada bahaya yang akan menimpamu,”Sabda Rasulullah S.A.W. Lalu beliau pun segera keluar rumah sambil menggenggam pasir. Kemudian Nabi menaburkan pasir itu ke kepala para pemuda Quraisy tersebut. Pandangan mereka kabur dan mereka tertidur. Ketika mereka sadar, muncullah setan, yang menyamar sebagai lelaki tua, dia memberi tahu kepada mereka semua bahwa Nabi Muhammad S.A.W sudah pergi. Namun para kaum kufar tersebut masih ingin meyakinkan diri, maka mereka pun mencari Nabi S.A.W di tempat tidur beliau. Tapi yang mereka dapati adalah Sayyidina Ali bin Abi thalib. Dapat kita garis bawahi dalam kejadian tersebut, bukan Sayyidina Ali tidak mengetahui bahwa Rasulullah akan di bunuh di atas tempat pembaringannya. Tetapi karena benih-benih cinta yang telah mengkuatkan lahiriyah dan batiniyah beliau tersebut, maka segenap rasa ketakutan hilang dan sirna, karena serbuk-serbuk keikhlasan hati yang tulus Menyeliputi beliau. Allah S.W.T memuji beliau dengan firmannya di dalam surat Al Muthaffifiin :

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga)

“Semoga Allah S.W.T menjadikan kita kelompok orang-orang yang mencintai Rasulnya”

corel 2000

corel 2000 serial

cs5 serialz

cs5 serialz free

serial winzip 11

serial winzip 11 key

corel dvd moviefactory 6

corel dvd moviefactory 6 downloads

serial corel draw 11

serial corel draw 11 serials

free corel photoshop download

free corel photoshop download keygen

free winrar download for xp

download winrar for xp for free

winrar 3 download

winrar 3 download freedownload

download winrar free windows 7

download winrar free windows 7 crack

free corel downloads

free corel downloads cracked