Selamat datang di Website Resmi Alhabib Muhammad Syahab Pimpinan Majelis Ta'lim dan Tadzkir Al Anwar info@majelisalanwar.com
Monday, September 6, 2010

Forum

You must be logged in to post

Imam Syafi’i dan Tawassul

UserPost

7:43 am
May 2, 2010


eko

Member

Jakarta

posts 15

1

Post edited 7:50 am - May 2, 2010 by eko
Post edited 7:56 am - May 2, 2010 by eko
Post edited 7:58 am - May 2, 2010 by eko



Assalamu 'alaikum Habib Muhammad, saya mohon izin untuk bertanya.

·       Apakah riwayat yang menyatakan bahwa al Imam Asy Syafi’i selalu bertabarruk dengan Abu Hanifah dan mendatangi makamnya dengan berziarah setiap hari, apakah riwayat tsb memiliki Sanad yang Shahih ? (Kitab Tarikh al-Baghdad juz I hal. 123, karya al-Hafidz Abi Bakr Ahmad bin Ali).

·       Mohon maaf Habib, ana berkonsultasi kepada Habib sebab ada kalangan yang melarang tawassul yang mengatakan bahwa riwayat tsb bathil dengan berdalil pada:

1.     Al Albani dalam Silsilah Ahadits Adhdha’ifah wa Al Maudhu’at 1/31: “Ini adalah riwayat yang lemah bahkan batil. Karena sesungguhnya perawi yang bernama Umar bin Ishaq bin Ibrahim tidaklah dikenal. Tidak ada penyebutan tentangnya sedikitpun dalam kitab-kitab tentang perawi … “


2.     Ibnul Qoyyim dalam Ighatsatul Lahfan 1/246 :  “Hikayat yang dinukil dari Imam Syafi’i -bahwa beliau berdoa di samping kuburan Abu Hanifah- merupakan suatu kedustaan yang nyata.”


3.     Ibnu Taimiyyah menyatakan dalam Iqtidho’ Shirothol Mustaqiim hal. 165 : 


“yang demikian ini telah dimaklumi kedustaannya secara Idlthirar bagi orang yang memilki pengetahuan tentang penukilan.Karena sesungguhnya Asy Syafi'i ketika datang ke Baghdad tidak ada di Baghdad kuburan yang sering dikunjungi (khusus) untuk berdoa di sisinya sama sekali …”

Demikian Habib, ana mohon penjelasannya.

Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamu 'alaikum wr. wb

-Eko-



9:24 am
May 2, 2010


Administrator

Admin

posts 180

2

Waalaikumsalam, saudara yang dimuliakan Allah Swt sebenarnya dalil tawassul sangat jelas sekali, dari cerita diatas sejarah bisa benar bisa juga tidak, kita sebagai ahli sunnah waljamaah tetap menghidupkan tawassul seperti contoh bilal saat itu bemimpi bertemu Rosulullah Saw :

Abu Darda’ dalam sebuah riwayat menyebutkan:

“Suatu saat, Bilal (al-Habsyi) bermimpi bertemu dengan Rasulallah. Beliau bersabda kepada Bilal: ‘Wahai Bilal, ada apa gerangan dengan ketidak perhatianmu ( jafa’ )? Apakah belum datang saatnya engkau menziarahiku?’. Selepas itu, dengan perasaan sedih, Bilal segera terbangun dari tidurnya dan bergegas mengendarai tunggangannya menuju ke Madinah. Lalu Bilal mendatangi kubur Nabi sambil menangis lantas meletakkan wajahnya di atas pusara Rasul. Selang beberapa lama, Hasan dan Husein (cucu Rasulallah) datang. Kemudian Bilal mendekap dan mencium keduanya”. (Tarikh Damsyiq jilid 7 Halaman: 137, Usud al-Ghabah karya Ibnu Hajar jilid: 1 Halaman: 208, Tahdzibul Kamal jilid: 4 Halaman: 289, dan Siar A’lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi Jilid: 1 Halaman 358)

Kalaupun mereka mengatakan apa yang di lakukan imam Syafi'i itu tidak ada kita masih punya banyak dalil yang lain, jadi saudara yang di muliakan Allah Swt, tidak akan pernah habis-habisnya mereka menyalahkan kita, lebih baik kita jalanin masing-masing tidak usah di hiraukan perkataan mereka yang terpenting kita sudah sampaikan  sisanya kita serahkan kepada Allah Swt. bagaimana nanti hidayah dari Allah Swt, di negara arab pun mereka berdebat dengan ribuan dalil antara ahli sunnah dengan diluar ahli sunnah tetap saja tidak bertemu titiknya, akan tetapi semua niat mulia Antum pasti mendapat pahala dari Allah Swt. mari kita sibukkan diri kita dengan hal yang lebih penting dengan sesuatu yang menambahkan kedekatan diri kita kepada Allah Swt. Semoga kita selalu mendapat hidayah dari Allah Swt.