asslamualaikum bib, saya pendatang beru di furum ini bib, mohon maaf bila keberadaan saya membuat paduka terganggu atau tidak enak hati, karena saya kawatir dengan hal tersebut. ada beberapa tanya yang membutuhkan jawaban dari paduka, dikaenakan derajat keilmuan paduka bersambung sampai nabi suci ( saya yakin hal tersebut )
ini bibrapa tertanyaannay bib
1. Diriwayatkan imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah Al Bajali dengan sanad yang shahih: “Adalah kami (para sahabat) menganggap bahwaberkumpul di rumah ahli mayyit dan mereka menyediakan makanansesudah mayyit dimakamkan adalah termasuk perbuatan meratap”.
apa riwayat diatas tersebut sahih, didalam kitab apa bib riwayat tersebut tercantum, karena seringnya faham sempalan menggunakan untuk menyerang ahli sunnah bib, terus jikalau memang benar sahih, bagaimana kita menyikapinya bib
2. Diriwayatkan bahwasanya Jarir pernah bertamu kerumah Umar. Lalu Umar bertanya ,” Apakah mayit kamu diratapi?” Jawab Jarir, “tidak!” Umar bertanya lagi, “Apakah mereka berkumpul dirumah ahli mayit dan mereka membuat makanan?” Jawab Jarir,” ya!” Berkata Umar, ” Itulah ratapan!). Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : ” Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap” (Imam Ibnu Majah �” No. 1612 dan Imam Ahmad di musnadnya �” 2/204)
riwayat diatas apa sudah benar bib, ada di kitab hadist mana bib, makstu saya apa telah terjadi distorsi, pemotongan atau pemenggalan riwayat yang nantinya berakibat menjadi rancu dan biasnya riwayat di atas bib, karena saya juga dapatnya seprti diatas. saya kawatir sudah dipotong riwayat aslinya, hanya untuk mengkaburkan maknanya bib
mohon saran bib terima kasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh