Hadirilah dan Syiarkanlah Tabligh Akbar Majelis Ta'lim dan Tadzkir Al-Anwar Pimpinan Alhabib Muhammad Syahab ( MA ) Setiap Hari Rabu Malam Kamis Habis Isyak Waktu jam 7.30-10.00 Malam, Alamat Jl. Raya Condet Gg Eretan II No 62B Rt 001/001 Balekambang Kramat Jati, Jaktim Acara Pembacaan Maulid Adh-DhiyaaulLami Diteruskan Tausiyah Oleh Alhabib Muhammad Syahab Kajian Hadist dan Al-Qur'an, Info selengkapnya tentang Majelis Ta'lim dan Tadzkir Al-Anwar dapat menghubungi Sdr. Dedi Wahyudi -08128105479- atau -021 92917459 Selamat datang di Website Resmi Alhabib Muhammad Syahab Pimpinan Majelis Ta'lim dan Tadzkir Al Anwar info@majelisalanwar.com
Saturday, July 31, 2010

Forum

You must be logged in to post

banyak kali

UserPost

1:16 pm
March 13, 2010


romi1992

New Member

posts 1

1

Assalammualaikum Habib, semoga Habib selalu dalam limpahan ridha Allah amin


1. saya mempunyai sebuah tutorial shalat jadi diantarannya disitu bahwa setelah shalat itu tidak ada menyapu muka, berdoa juga tidak ada yang menyapu muka setelah selesainya karena tidak terdapat hadis tentang itu, nah apakah itu benar ?

2. apakah landasan ada tidaknya qunud ?

3. Dan yang terakhir bagaimana caranya membuat wajah kita penuh bersinar dan cerah seperti habib hehehe…Laugh


Terimakasih, maaf sebelumnya karena saya memang fakir akan ilmu, jadi mohon penjelasannya ya


Wassalammualaikum


5:13 pm
March 14, 2010


Administrator

Admin

posts 165

2

Waalaikumsalam.

1. Dalam “Bughyatul Mustarsyidin“, kitab masyhur himpunan Sayyid ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin ‘Umar Ba ‘Alawi, Mufti negeri-negeri Hadhramaut, pada halaman 49 dinyatakan:

(Faedah) Ibnu Manshur telah meriwayatkan bahawasanya adalah Junjungan Nabi s.a.w. apabila selesai sholatnya, baginda menyapu dahinya dengan tapak tangan kanannya, kemudian melalukannya ke wajah baginda sehingga sampai ke janggut baginda yang mulia, sambil membaca:

“Dengan nama Allah yang tiada tuhan selainNya, yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Maha Pemurah, Maha Pengasih. Ya Allah, hilangkanlah daripadaku segala kegundahan, kesedihan dan kekesalan. Ya Allah, dengan pujianMu aku berpaling dan dengan dosaku aku mengaku. Aku berlindung denganMu dari kejahatan apa yang aku lakukan dan aku berlindung denganMu dari kepayahan bala` dunia dan azab akhirat.“

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mengangkat kedua tangannya untuk berdo’a, tidaklah menurunkannya kecuali beliau mengusapkannya terlebih dahulu ke mukanya.Diriwayatkan oleh At Tirmidzi (2/244), Ibnu ‘Asakir (7/12/2).‘Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a dan mengangkat kedua tangannya, maka beliau mengusap wajahnya dengannya”.Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1492) dari Ibnu Lahi’ah dari Hafsh bin Hisyam bin ‘Utbah bin Abi Waqqash dari Sa’ib bin Yazid dari ayahnya.


2. Dari Ja’far Ar-Razi dari Rabi’ bin Anas dari Anas; bahwa Nabi SAW qunut sebulan, beliau berdoa atas (kebinasaan) kaum (kafir), kemudian beliau meninggalkannya, adapun pada shalat subuh maka senantiasa beliau berqunut hingga wafat.Dari Abu Na’im dari Ja’far Ar-Razi dari Rabi’ bin Anas, berkata ia : “Adalah aku duduk bersama Anas, maka seseorang berkata kepadanya, “Rasulullah hanya berqunut sebulan”, maka Anas menjawab, “senantiasa Rasulullah SAW berqunut pada shalat subuh hingga meninggal dunia.

Ini dalil tidak pake qunut :

Dari Himad dari Ibrahim dari ‘Alqamah dan Aswad dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu’anhu : “Tidak berqunut Rasulullah SAW pada sesuatu dari shalatnya”. Demikian pula hadits riwayat Muhammad bin Jabir As-suhaimi. Hadits ini tergolong hadits Matruk.

3. Semoga wajah kita selalu diterangi dengan cahaya Allah Swt, dengan sebab kita cinta kepada Allah Swt dan Rosulnya, juga cinta kepada Para Waliyullah.