Waalaikumsalam, Saudara yang dimuliakan Allah Swt
1) Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan, : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 raka’at lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Kemudian kami menemui beliau dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, dengan harapan engkau akan shalat bersama kami.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir kalau akhirnya shalat tersebut menjadi wajib bagimu.” (HR. Ath Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah.
As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah raka’at tertentu. Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah raka’at tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 20 raka’at. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau shalat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah raka’atnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa shalat tarawih adalah wajib.”
Shalat teraweh termasuk sholat sunnah mu'akkad,( yang dikuatkan ) sebenarnya banyak sekali dalil-dalil yang ada mengenai Sholat teraweh ini.
Dalil yang dipilih atau yang di kuat kan Oleh Imam-imam Madzhab Yang empat memfatwakan Bahwah sholat tarawih itu 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat.
Imam Turmuzi dalam kitabnya “Sunan Turmuzi” berkata “Kebanyakan ahli ilmu berpegang kepada apa yang diriwayatkan oleh Umar, Ali serta yang lainnya daripada sahabat-sahabat Nabi Saw. Bahwa shalat tarawih itu 20 rakaat. Inilah pendapat Sufyan Tsauri, Ibnu Mubarak dan Imam Syafi'i. Berkata Imam Syafi'i : Seperti inilah yang aku dapatkan di negeri kita Mekkah dimana penduduknya melakukan shalat tarawih 20 rakaat”.
2) Bukannya tidak boleh tapi makruh, kalau keramas mandi biasa tidak masalah
3) Membakar gaharu walaupun setiap hari tidak masalah diperbolehkan, bakar gaharu tidak di khususkan harus acara maulid saja.
4) Hukumnya Haram termasuk Syirik.
Mudah-mudahan bisa difahami dan ada manfaatnya